Fahman Habibi

Kabarjambi.net – Pilkada Merangin masih satu tahun kedepan. Namun hiruk pikuknya sudah semakin terasa.

Tidak hanya gerakan penggalangan dukungan dari para kandidat yang mencuat. Saling menjatuhkan juga terus bermunculan. Terutama di media sosial.

Tokoh muda Merangin, Fahman Habibi, mengatakan hal seperti banyak terjadi di daerah lain. Namun tak semestinya di-copy paste ke Kabupaten Merangin yang dikenal menjunjung tinggi norma dam adat istiadat.

“Masyarakat Merangin dikenal santun dan mengedepankan sikap kekeluargaan. Hendaknya selalu berpegang teguh pada budaya lehulur, bersikap santun, dan berpegang pada norma agama. Termasuk urusan pilkada,” kata Fahman, Selasa (11/7).

Ia menghimbau, kerukunan dan politik santun terus dikedepankan. Perbedaan kepentingan politik jangan sampai mengorbankan persaudaraan dan kerukunan masyarakat.

“Urusan politik hanya sesaat untuk merebut dan mempertahankan kekuasaan dan itupun datang silih berganti dalam lima tahun. Tetapi urusan keluarga dan hidup di tengah masyarakat itu selamanya,” ujar pemuda yang berkiprah sebagai dosen di Jakarta ini.

Pria kelahiran Muara Madras, Jangkat, mengatakan pada dasarnya semua kandidat bertujuan sama. Yakni mengabdikan yang terbaik untuk Kabupaten Merangin.

Hanya saja, karena pilkada merupakan kontes politik, pasti timbul persaingan. Semestinya, persaingan juga diterapkan dalam standar yang wajar dan tidak memecah belah.

“Jangan fitnah dan adu domba. Kita tahu banyak sekali akun media sosial bodong misalnya. Masyarakat jangan asal percaya saja. Harus pelajari rekam jejak kandidat, jangan merujuk isi media sosial,” tutupnya.(MM)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY