KabarJambi.net – Hillary Clinton kalah dalam pemilihan presiden Amerika Serikat. Padahal dalam berbagai versi sebelumnya mantan menteri luar negeri ini diperkirakan bakal memenangi pemilihan.

Jejaring media sosial yang dibangun oleh Mark Zuckerberg, Facebook, dituding punya andil yang menyebabkan kekalahan Hillary Clinton.

Facebook dituduh menyebarkan berita hoaks alias bohong yang menyebabkan kesaksian warga Amerika sejak memilih Hillary Clinton dan lebih memilih Donald Trump.

Mark Zuckerberg membantah tudingan tuduhan tersebut. Menurut dia, berita palsu yang tersebar di media sosial miliknya itu hanya berjumlah sebagian kecil.

“99 persen konten yang ada diFacebook adalah asli,” katanya lewat akun Facebook resminya Minggu, 13 November 2016.

Miliarder 32 tahun ini menambahkan hoax yang ada di Facebook tidak melekat pada suatu paham atau pandangan politik tertentu. “Secara keseluruhan, ini sangat tidak mungkin hoax dapat mengubah hasil pemilu,” ujarnya. (mg)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY