KabarJambi.net – Proses evakuasi 11 penambang yang tertimbun longsor di lubang tambang di Desa Simpang Parit, Kecamatan Renah Pembarap, Kabupaten Merangin, Jambi sudah memasuki hari kesepuluh. Namun, evakuasi tersebut belum membuahkan hasil. Dalam aturan, proses evakuasi akan dihentikan jika waktu selama 10 hari.

Namun, Bupati Merangin Al Haris memperpanjang upaya evakuasi tersebut. Penambahan waktu evakuasi dilakukan setelah tim SAR mendesak agar diberi perpanjangan waktu untuk melakukan evakuasi.

“Melihat optimisme dari tim evakuasi, proses evakuasi diperpanjang tiga hari ke depan,” ujar Al Haris di Bangko, Kamis (3/11/2016).

Al Haris menyatakan akan memaksimalkan penggunaan dua alat berat yang sudah beberapa hari digunakan di lokasi tambang yang longsor.

“Tim akan memaksimalkan penggunaan alat berat. Selain itu, personel juga akan ditambah. Rencananya kami akan menambah personel Satpol PP untuk membantu proses evakuasi,” jelas Al Haris.

Selasa (2/11/2016) kemarin, proses evakuasi sempat dihentikan. Bahkan, Al Haris sudah akan menemui keluarga para penambang yang tertimbun. Al Haris bakal memberitahukan bahwa proses evakuasi dihentikan.

“Tim sudah berusaha, sudah berbagai upaya untuk mengeluarkan korban dari lokasi. Jika ini tidak bisa dilakukkan, tentu kita serahkan kepada Allah dan akan kita beri tanda di situ (tempat tertimbunnya penambang) dan kita laksanakan sholat ghoib,” ujar Al Haris, kemarin. (mu)

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY