KabarJambi.net – Upaya evakuasi terhadap 11 penambang emas yang tertimbun longsor di lubang tambang di Desa Simpang Parit, Kecamatan Renah Pembarap, Kabupaten Merangin, Jambi telah dilakukan selama lima hari. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil.

Meski menggunakan 7 mesin penyedot air, upaya mengeringkan dua lubang tambang yang tergenang air dan lumpur belum berhasil.

7 mesin sedot diupayakan untuk mengeringkan airBupati Merangin Al Haris, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Merangin KH Buya Satar, Kapolres Merangin AKBP Munggaran Kartayuga, Komandan Kodim 0420/Sarko Letkol Inf I Nyoman Yudhana DP, dan puluhan warga melakukan baca surat yasin di dekat lokasi longsor.  Baca Surat Yasin yang dilaksanakan Jumat (28/10/2016) sore juga diikuti oleh dua anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) M Syukur dan Azizah Daryati Uteng.

“Kami membaca Surat Yasin dan doa di sini meminta kepada Yang Maha Kuasa agar mempermudahkan usaha kami dalam melakukan pencarian korban, agar air di lubang tambang cepat kering, dan para penambang segera ditemukan,” ujar Al Haris usai pembacaan Surat Yasin.

Dalam kesempatan tersebut, Kasubdit Perencanaan Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) , Gatot Satria Wijaya, menyerahkan bantuan untuk keluarga korban sebesar Rp 200 juta. Bantuan diserahkan kepada Bupati Merangin. Anggota DPD Azizah Daryati Uteng juga menyerahkan bantuan sebesar Rp 30 juta. (mu)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY