Dandim 0420/Sarko Letkol Inf I Nyoman Yudhanha Dewata Putra

KabarJambi.net – Sebanyak 200 personel gabungan diterjunkan dalam proses evakuasi penambang emas ilegal yang terjebak di dalam lubang tambang di Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi.

“Untuk tim yang diterjunkan dalam operasi evakuasi ini ada sekitar 200 personel, terdiri dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD serta warga,” kata Dandim 0420/Sarko Letkol Inf I Nyoman Yudhanha Dewata Putra di Merangin, Minggu (29/10/2016).

Sebanyak 11 penambang emas terjebak di dalam lubang galian sejak Senin (24/10) dan memasuki hari ke-tujuh korban belum berhasil dievakuasi.

Penambang emas ilegal atau biasa disebut penambangan emas tanpa izin (peti) itu melakukan penambangan dengan membuat lubang antara 30-50 meter.

Diduga saat menggali air masuk ke lubang tambang, sebab lubang galian penambang tepat di bawah Sungai Batang Merangin dengan kedalaman tujuh meter dan lebar sekitar 20 meter.

Lokasi yang menjadi tambang emas tersebut tepatnya berada di Desa Simpang Parit, Kecamatan Renah Pembarap.

Dandim Sebagai pengarah operasi evakuasi mengatakan evakuasi 11 korban terus dilakukan, termasuk menyiapkan opsi lain yakni menggunakan alat berat untuk membongkar lubang.

“Walaupun medannya sangat berat kita upayakan datangkan alat berat, kemungkinan kita akan bongkar dari seberang sungai. Yang jelas upaya evakuasi tetap kita laksanakan,” kata Dandim.

Dandim mengatakan evakuasi pertama selama tujuh hari dan diperpanjang tujuh hari. Namun sebagai pengarah operasi pihaknya bisa memberikan saran kepada bupati untuk proses selanjutnya.

“Dilanjutkan atau tidak yang jelas kita berusaha maksimal, masih ada kesempatan kita ambil. Jika ada opsi yang lain kita ambil opsi lain itu,” tegasnya.

Tim operasi katanya sudah berada di lokasi pascakejadian, dan untuk biaya operasional dan peralatan sudah dibantu BNPB. (***)

Sumber : Antara

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY