Ilustrasi

Kabarjambi.net – Aksi teroris yang menembaki polisi lalu lintas di Tuban, Jawa Timur, berhasil dihantam balik oleh petugas. Enam orang terduga pelaku meregang nyawa paska adu tembak dengan Densus 88, polisi, dan TNI.

Salah satu jenazah bahkan sudah teridentifikasi. Menurur polisi, yang bersangkutan adalah anggota teroris Jamaah Ansaru Daulah (JAD) bernama Satria Aditama. Dari paspornya yang ditemukan, Satria diketahui berasal Semarang.

“Dari enam hanya satu pelaku teridentifikasi bernama Satria Aditama yang kita pastikan dari paspor yang kita amankan,” kata Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin di kantor Polres Tuban, Sabtu (7/4) malam.

Namum lima laminnya masih dalam proses identifikasi. Dimana seluruh jenazah sudah dibawa ke RS HS Samsoeri Mertojoso, Bhayangkara Polda Jatim.

Polisi tidak hanya mengamankan paspor. Tapi juga cukup banyak barang bukti lainnya. Yakni enam pucuk senjata api rakitan jenis pistol, enam pisau sangkur, satu box berisi peluru tajam, dua buku saku tentang jihad, empat buah helm, jaket, tas ransel, dan tas selempang.

Sebelumnya, enam orang itu menaiki mobil Daihatsu Terios bernomor polisi H 9037 BZ. Mereka menyerang dengan menembaki anggota Satuan Lantas Polres Tuban di bilangan Jenu, pukul 09.00 WIB, Sabtu (8/4).

Setelah dikejar dan dihadang petugas, mobil Terios ditinggalkan pelaku di tepi jalan. Seluruh penumpangnya melarikan diri ke kebun di sekitar perkampungan Desa Beji, Kecamatan Jenu.

Brimob dan Densus Antiteror 88 melakukan pengepungan dan terjadi baku tembak. Aksi baku tembak itu menewaskan keenam terduga teroris.(Tim)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY