Kabarjambi.net – Ekskavator yang ‘parkir’ di simpang Desa Rancan, Lembah Masurai, dipaksa balik kanan. Ekskavator itu ditarik kembali ke Pamenang, Jumat (10/3).

Pasalnya, diduga alat itu akan digunakan untuk aktifitas tambang emas ilegal di Lembah Masurai. Hal ini memicu protes Persatuan Pemuda Mahasiswa Pelajar (PPMP) Luhak 16 yang melaporkan ke Polres Merangin.

“Kita menduga Alber itu akan gunakan untuk PETI (penambangan emas tanpa izin). Saya perintahkan kembalikan kepada pemiliknya, tadi pagi (kemarin) sudah nyampe di Pamenang,” ujar Kabag Ops Polres Merangin Kompol Suharyoto.

Ia mengatakan pemilik ekskavator itu sudah diketahui. Kemudian ternyata penyewa alat berat itu juga sudah teridentifikasi.

Penyewa bernama Muktar Ali (43) diketahui warga Desa Durian Mukut, Lembah Masurai. Ia beralasan kegunaan ekskavator itu untuk membuka jalan ke kebun dan membuat kolam ikan.

Muktar juga telah membuat surat pernyataan di Polsek Lembah Masurai. “Kami apresiasi Kapolsek Lembah Masurai, Iptu Ismail. Begitu diperintah Kapolres, langsung bergerak mengurus masalah ekskavator yang kita duga akan digunakan untuk PETI ini,” ujar Ketua PPMP Luhak 16, Alber Trisman, Sabtu (11/3).

Ia mengatakan, pemuda Luhak 16 tidak akan tinggal diam. Setiap indikasi mengarah ke kegiatan pertambangan ilegal di beberapa kecamatan sekitar kaki Gunung Masurai, akan dilawan.

“Kami tidak mau daerah kami jadi hancur seperti Sungai Manau, Pangkalan Jambu, Tabir Barat, dan Tabir Ulu. Kami minta polisi juga ngawasi. Itu lebih baik daripada massa yang bertindak,” tambah Alber Trisman.

Tokoh pemuda Luhak 16 lainnya, Engki Saputra, mengatakan sebelumnya curiga. Karena ada ekskavator parkir tersembunyi di simpang Desa Rancan.

“Saya curiga juga, mungki akan digunakan untuk nambang. Karena seminggu lalu ada juga alat berat jenis ekskavator ke Sungai Tenang. Dibawa pakai mobil Dinas PU. Tidak jelas kemana perginya,” ujar Engki.(Joni)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY