Kabarjambi.net – Dua orang pengolah minyak illegal di Desa Danau Serdang, Kecamatan Pauh, Kabupaten Sarolangun, dibekuk, Sabtu (29/4) lalu. Mereka yakni Redi Iskandar (45) dan Ainal Akran (35). Meduanya warga Desa Taja Indah, Kecamatan Betung, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

Kapolres Sarolangun, AKBP Budiman BP melalui Kabag Ops, Kompol Agus Saleh membenarkan penangkapan tersebut.

Penangkapan berawal saat petugas mendapat informasi, bahwa dilokasi terdapat tempat pengolahan minyak illegal. Unit Reskrim Polres Sarolangun dan Polsek Pauh lalu melaksanakan patroli.

Lokasi pengolahan minyak Ilegal
Lokasi pengolahan minyak Ilegal

“Saat digerebeg kedua tersangka sedang mengolah minyak di TKP,” kata Kabag Ops, Minggu (30/4).

Selain tersangka, turut diamankan barang bukti. Yakni delapa buah drum, satu unit genset, satu unit mesin air bravo, satu buah blower, dan satu gulung selang.

“Delapan drum yang diamankan berisi seribuan liter minyak. Terdiri dari 150 liter minyak mentah, 200 liter solar, 600 liter bensin, dan 400 liter minyak tanah,” ungkapnya.

Katanya, berdasarkan keterangan pelaku, diduga minyak yang diolah tersebut berasal dari rembesan sumur yang telah ditutup di Desa Lubuk Napal beberapa waktu lalu. “Katanya dari rembesan sumur yang telah ditutui. Tapi kok barang buktinya banyak,” ucap Kabag Ops.

Kedua pelaku akan dikenakan pasal 54 UU RI NO 22 Thn 2001 Tentang Migas dengan ancaman 6 tahun denda 60 Milyar atau Pasal 53 ayat (1) huruf a Dengan ancaman 5 tahun denda 50 Milyar.(Harun)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here