Kabarjambi.net – Puluhan dokter dan perawat yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Jambi, melakukan aksi damai di depan Rumah Sakit Abdul Manap, di kawasan Mayang, Kota Baru Jambi.

Mereka menolak sistim pendidikan Dokter Layanan Primer (DLP) yang akan dilaksanakan oleh pemerintahan Jokowi, karena dinilai syarat kepentingan pengusaha dan berbau “proyek”.

” Aksi damai IDI Kota Jambi ini juga bertujuan melakukan perbaikan dalam sistem pelayanan kesehatan dan sistem kedokteran di Indonesia,” ujar koordinator aksi dr Maulana, Senin (25/10/2016)

Dia menilai sistem pendidikan melalui jalur DLP yang saat ini dicanangkan pemerintah tidaklah masuk akal.

” Bagaimana tidak, untuk diperbolehkan praktek dokter, harus menempuh sekolah kedokteran yang panjang,” katanya.

Yang semula sekolah di fakultas kedokteran hanya enam tahun, harus ditambah dua tahun lagi sekolah. Tidak cukup itu saja, harus dilanjutkan satu tahun lagi masa intensif.

” Masa sekolah pendidikan kedokteran harus sepanjang ini, ditambah lagi pendidikan di DLP selama 2 tahun. Wah kapan dokter bisa melayani masyarakat,” sebut Maulana. “Bila ini terjadi, bisa-bisa calon dokter tidak bisa berumah tangga, karena panjangnya masa pendidikan kedokteran,” tambahnya.

Hal senda juga diungkapkan dr Apriyanto. Menurutnya sistem DLP syarat kepentingan kelompok tertentu dan cacat hukum.

“Sistem ini disadur dari luar negeri bukan dari kajian ahli kedokteran dalam negeri. Kami dari IDI Kota Jambi menolak keras sistem DLP, karena syarat kepentingan pengusaha dan berbau proyek,” jelasnya. (fa)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY