Kabarjambi.net – Kepala Sekolah SMKN 11 Sarolangun, Wagiani angkat bicara. Ia membantah melakukan pemotongan gaji guru.

Wagiani mengatakan, tidak ada yang namanya pemotongan gaji guru tersebut. Ia juga memastikan tidak ada melaksanakan keputusan berdasarkan keinginannya pribadi.

“Tidak ada kita melakukan pemotongan terhadap gaji guru. Kalau menggantikan itu ada. Misalnya Guru yang bersangkutan tidak masuk jamnya diisi guru lain. Maka kita berikan bayaran jamnya kepada guru yg menggantinya. Begitu,” kata Wagiani, Senin (29/5).

Selain itu katanya, untuk dinas luar (DL) ia juga tidak melakukan pemotongan. Polanya sama seperti menggantikan kepada guru yang mengisi jam yang ditinggalkan. Semua itu menurutnya berdasarkan kesepakatan dengan rapat bersama.

“Sama halnya dengan dinas luar juga tidak kita lakukan pemotongan. Ada kesepakatan bersama guru melalui rapat apa yang kita jalankan saat ini,” katanya lagi.

Ia menjelaskan, bahwa pola tersebut dilakukan mengingat keterbatasan jumlah guru yang saat ini dialami sekolahnya. Mengingat banyaknya keterbatasan guru yang dimiliki sekolah.

“Saat ini kita ada 14 orang guru honorer dari provinsi sama honorer TU lima orang. Guru PNS 10 orang. Terdiri dari delapan orang guru, satu kepala sekolah, dan TU juga satu orang,” jelasnya.(Harun)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here