Polisi dan wartawan mendatangi lokasi penampungan barang rongsokan di Desa Sungai Ulak Kecamatan Nalo Tantan

Kabarjambi.net – Wartawan JekTv liputan Merangin, Riko Saputra, melapor ke Polres Merangin, Jumat (10/02). Pasalnya di mengaku lehernya dicekik dan kamera dirampas saat mengambil gambar di Desa Sungai Ulak, Kecamatan Nalo Tantan.

Ia mengatakan saat itu tengah mengambil gambar di sebuah gudang penampungan barang rongsokan. Tiba-tiba datang delapan orang mendekati dan marah-marah kepada Riko.

“Sekitar delapan orang. Mereka langsung mendekat dan merampas kamera. Aku sampai tersudut. Bahkan ado yang nyekik aku,” ujar Riko.

Sadar keselamatannya terancam, Riko pilih selamatkan diri. Ia lari keluar dari lokasi penampungan barang rongsokan. Kamera dan tasnya bahkan sampai tertinggal di lokasi.

“Aku langsung ke Polres dan ngasih tau kawan-kawan. Barusan sudah lapor ke polisi,” ujar Riko lagi.

Terkait kejadian ini, Ketua Forum Wartawan Merangin (Forwam), Nazarman, mengatakan hal ini sangat tidak seharusnya terjadi. Ia mendukung langkah Riko yang melaporkan perbuatan menghalangi tugas pers ke aparat penegak hukum.

“Sudah pas itu Riko lapor polisi. Wartawan bekerja dilindungi secara hukum. UU nomor 40 tahun 1999 tentang Pers mengatur sangat detil mengenai hal ini,” ujar Nazarman.

Sehari terakhir, penampung barang rongsokan itu memang banyak didatangi wartawan. Ini terjadi pasca ditemukannya banyak skripsi alumni STKIP YPM Bangko yang diduga dijual secara kiloan oleh pihak kampus.(Joni S)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here