KabarJambi.net – Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar menyebutkan puluhan kendaraan milik kepolisian rusak dalam kerusuhan yang terjadi dalam aksi di depan Istana Negara, Jumat tadi malam.

“Tercatat ada tiga kendaraan yang dibakar (massa) dan 18 rusak karena dilempari batu. Padahal ini kendaraaan dinas negara yang dibeli dari uang rakyat untuk membekali para petugas yang berdinas,” kata Boy dalam jumpa pers, Sabtu (5/11/2016).

Insiden tersebut mengakibatkan 160 warga sipil sempat dirawat di RS Budi Kemuliaan karena gas air mata yang sangat pekat.

Sementara dari aparat keamanan dilaporkan 79 personnel polisi dirawat jalan, dua polisi, lima anggota TNI, dan satu petugas pemadam kebakaran dirawat intensif di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat.

Pihak kepolisian juga mengonfirmasi satu korban meninggal dunia atas nama Syachrie Oy Bcan (55), dengan dugaan sementara karena penyakit asma.

“Kami sangat menyesalkan peristiwa ini terjadi. Kami menghormati dan mengawal warga masyarakat yang berunjuk rasa, ternyata niatnya bukan hanya unjuk rasa tetapi ingin menyerang petugas,” ungkap Boy.

Unjuk rasa yang dilakukan ratusan ribu elemen masyarakat dari ormas Islam ini dilakukan untuk menuntut percepatan proses hukum atas dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama. (***)

Sumber : Antara

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY