Dugaan aksi pemukulan yang dilakukan anggota Satpol PP Merangin

KABARJAMBI.NET, Bangko – Aksi demontrasi puluhan aktivitas Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Merangin, Senin (14/5) tercoreng. Seorang aktivis PMII diduga mendapat pengeroyokan sejumlah anggota Satpol PP.

Aktivis PMII yang menjadi korban aksi brutal penegak perda ini yakni Iqra. Pentolan PMII yang satu ini terpaksa dilarikan ke RSD Kol Abundjani Bangko, lantaran mengalami luka lebam setelah dipukuli.

“Ini tindakan yang brutal. Menyampaikan aspirasi itu adalah hak kami dan tidak ada larangnnya. Kami tidak tau tiba-tiba anggota kami ditarik lalu pukuli, kami lapor ke penegak hukum,” kata Anshori, ketua umum PMII Merangin.

Pantuan kabarjambi.net, dugaan pemukulan tersebut, berawal saat massa PMII, melakukan aksi demontrasi  ke kantor Bupati Merangin. Tuntutan terkait dengan maraknya aktivitas penyakit masyarakat (Pekat) di Kabupaten Merangin.

Kedatangan massa PMII untuk bertemu lansung dengan Pjs Bupati Husairi, di depan pintu utama gedung kantor bupati terlihat lansung dihadang barisan anggota Satpol PP, hingga terjadi aksi dorong antara mahasiswa dengan Satpol PP.

Merasa terus dihalangi mahasiswa terus mencoba menerobos blokade yang lapisan anggota Satpol PP, hingga aksi dorong memanas. Saat itu terlihat oknum anggota Satpol PP menarik Iqra hingga terjadi dugaan pemukulan.

“Kami sudah lapor ke Polres Merangin, kami minta ini tindak tegas oleh aparat penegak hukum. Aksi dorong itu terjadi karena kami terus dihalangi bertemu bupati, apa salahnya kami ingin menyampaikan aspirasi,” ujar Marsis.

Sementara itu, Sekda Merangin Sibawaihi mengaku sangat menyayangkan aksi pemukulan tersebut. “Kita tanggung jawab ada mahasiswa yang terluka, cukup kita sayangkan. Soal aspirasi mahasiswa itu bagus, dan kami pemerintah sangat terimakasih telah menyuarakan ini,” kata Sekda.(may)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here