Kabarjambi.net – Aksi demo lanjutan terkait dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok jilid tiga pada tanggal 2 Desember (212) mendatang bukan hanya mendapatkan perhatian dari Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, tapi juga Danrem 042/Garuda Putih (Gapu) Jambi Kolonel TNI Refrizal.

Menurutnya, sinyalemen ormas Islam Jambi akan datang bergabung ke Jakarta untuk melanjutkan aksi bela Islam jilid III merupakan hak setiap warga negara seperti yang diatur dalam undang-undang.

“Namun, alangkah baiknya jika kita cukup mengawal proses hukum terhadap Ahok, karena sudah ditindaklanjuti secara profesional oleh Polri,” kata Danrem.

Refrizal menilai, demo “212” mendatang indikasinya bukan untuk memenjarakan Ahok lagi, namun sudah bias ke upaya lain untuk menurunkan presiden.

“Itu merupakan tindakan yang tidak terpuji dan tidak baik, karena sudah keluar dari niat awal,” ujarnya.

Bagi Danrem, lebih baik masyarakat Jambi atau ormas Islam tidak berangkat demo ke Jakarta, percayakan saja proses hukum Ahok kepada pihak Polri.

“Lebih baik diselesaikan dengan cara dialog dan musyawarah dengan Kapolda dan Danrem. Mana lebih banyak azas manfaatnya atau mudharatnya. Kita selalu terbuka kok. Silahkan saja,” papar Refrizal.

Dia berharap segala persoalan diselesaikan dengan kepala dingin, tidak perlu memaksakan kehendak. “Jaga persatuan dan kesatuan NKRI,” Danrem mengakhiri. (fa)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY