KabarJambi.net – Pj Bupati Tanjung Jabung Barat Fauzi Ansori berjanji akan memfasilitasi pertemuan antara PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dengan PT Lontar Papyrus Pulp and Paper (LPPPI) guna menegoisasikan supply listrik untuk memenuhi kebutuhan energy warga.

“Terjadi defisit listrik di Tanjung Jabung Barat. Perlu dicarikan solusi untuk menambah pasokan listrik. Listrik yang dihasilkan pembangkit milik PT Lontar Papyrus itu surplus. Di massa jabatan saya yang sebentar ini, saya ingin memfasilitasi negoisasi PLN dengan Lontar Papyrus agar perusahaan tersebut mau menjual kelebihan produksi listriknya ke PLN,” ujar Fauzi Ansori kepada KabarJambi.net, Kamis (4/2/2016).

Saat ini, pembangkit listrik PT LPPPI mengalami surplus produksi mencapai 10 MW. Jika produksi listrik sebanyak itu dijual ke PLN akan bisa mengurangi defisit energi di Tanjung Jabung Barat.

Ketua Bappeda Provinsi Jambi ini menyatakan langkah lain yang bakal diambil untuk mengatasi persoalan defisit pasokan listrik di Tanjung Jabung Barat adalah dengan mengoptimalkan produksi listrik dari PT Tanjung Jabung Power (TJP).

“Mesin yang dimiliki TPJ berkapasitas 16 MW. Namun, suplai gas sebagai bahan baku hanya mampu memproduksi 8 MW. Jika ada tambahan pasokan gas, maka produksi listrik TJP bisa full. Tapi masalahnya, bukannya bertambah, yang ada sekarang produksi listrik TJP malah terancam berkurang,” ungkap Fauzi Ansori.

Menurut Fauzi, pasokan gas dari PetroChina di sumur di lapangan Ripah untuk pembangkit listrik TJP terus menurun.

“Penurunan produksi gas dari lapangan tersebut memang alamiah, dikarenakan menurunnya tekanan reservoir. Sudah dilakukan berupaya untuk mempertahankan produksi gas, tapi tidak berhasil,” ungkapnya.

Untuk itu, tambah Fauzi, perlu dicarikan solusi untuk menambah pasokan gas ke TJP. “Kan ada perjanjian antara PetroChina dengan BUMD Tanjung Jabung Barat dengan PT Jambi Indoguna Internasional (JII). Dimana PetroChina menjual flare gas sebanyak 10 MMSFCD ke PT JII dan 5 MMSFCD ke BUMD. Sekarang kan belum jalan jual beli itu karena kilang TJT masih under construction. Nah, jatah BUMD dan JII ini kita alihkan saja ke TJT,” ungkap Fauzi.

Cara lain untuk memenuhi kebutuhan gas TJT, kata Fauzi, dengan membeli gas dari BUMD milik Pemprov Sumatera Selatan, yaitu PT PDPE. Saat ini, PDPE telah mensuplai gas untuk pembangkit listrik Purwodadi.

“Caranya, pembangkit listrik TJT dipindah ke Purwodadi untuk memudahkan suplai gasnya, atau PDPE membangun jaringan pipa ke lokasi pembangkit listrik TJT di Pematang Lumut,” tutur Fauzi. (mu)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY