KabarJambi.net – Gubernur Jambi Zumi Zola Zulkifli menyatakan pihaknya tetap melanjutkan program pembangunan pelabuhan Muara Sabak di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, meski keuangan pemerintah sedang mengalami defisit.

Pembangunan pelabuhan Muara Sabak tetap diutamakan karena wilayah tersebut akan dijadikan kawasan industri di Jambi, katanya di Jambi, Kamis.

“Jadi kita usahakan dulu pelabuhan Muara Sabak sebagai kawasan industri. Dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) juga ada pembangunan jalan penunjang pelabuhan sepanjang 61 kilometer secara bertahap,” kata Zola.

Zola menjelaskan, mengutamakan pembangunan pelabuhan Muara sabak bukan berarti pemerintah mengambaikan pembangunan Pelabuhan Ujung Jabung di Kecamatan Sadu, Tanjung Jabung Timur yang masuk poros maritim.

Dirinya juga tetap akan memperhatikan pembangunan pelabuhan Ujung Jabung yang juga akan dijadikan kawasan ekonomi khusus tersebut. Namun secara bertahap.

“Kawasan Ujung Jabung yang akan dibangun pelabuhan itu memiliki luas sekitar 4.200 hektare dan akan dijadikan kawasan ekonomi khusus,” katanya.

Saat ini kata Zola pemerintahannya tengah mencari investor yang ingin menanamkan modal mereka di kawasan yang akan dibangun pelabuhan internasional itu.

“Karena APBD dan APBN saya rasa tidak bisa terlalu kita harapkan. Jadi dananya untuk pembangunan kawasan Ujung Jabung kita pastikan dari kemampuan investor atau swasta,” katanya menjelaskan.

Di samping itu, dengan kondisi keuangan Pemprov Jambi yang terbatas saat ini, Zola mengatakan bahwa pihaknya akan lebih mengutamakan program yang telah berjalan untuk diselesaikan.

Namun terdapat beberapa perencanaan yang juga akan tetap laksanakan. Seperti pembangunan enam titik ruang terbuka hijau (RTH) dan yang utama adalah pembangunan pelabuhan Muara Sabak sebagai kawasan industri.

“Karena perencanaan ini kan butuh waktu, jadi di tahun 2017 kita tidak susah merencanakannya lagi. Kita harus manfaatkan betul dengan dana dan waktu yang ada untuk membuat perencanaan itu,” kata Zola.

“Salah satunya untuk perencanaan pembangunan pelabuhan Muara Sabak dan penyusunan studi Land Acquisition and Resettlement Action Plan (LARAP) pembangunan jalur rel kereta api Trans-Sumatera,” katanya menambahkan.(***)

Sumber : Antara

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY