Mobil damkar yang disita pemilik bengkel karena biaya servis tidak dibayar

Kabarjambi.net – Kepala Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Merangin, Usman Kholidi, angkat bicara. Ia mengatakan biaya servis mobil damkar bukan tanggung jawabnya.

Kepada Kabarjambi.net, ia mengatakan biaya servis di Bengkel Aris merupakan hutang lama. Yakni tanggungjawab kepala damkar sebelum ia menjabat.

“Orang berhutang, masa saya yang bayar. Saya mulai bertugas di damkar 31 Desember 2016. Hutang lama saya yang menyelesaikan, tentu saya tidak mau,” ujar Usman.

Ia mengatakan, masalahnya adalah angka hutang jumlahnya puluhan juta. Jika ia membayar hutang lama, ia mengatakan akan jadi masalah jika kedepan mobil damkar rusak lagi.

“Kalo hanya lima jutaan hutang dengan bengkel bisa lah kami cari solusinya. Ini sudah puluhan juta. Saya tidak mau ambil resiko lah masalah ini,” ujarnya lagi.

Namun secara kedinasan , ia mengatakan sudah memprosesnya. Usman mengatakan sudah menaikkan nota dinas kepada Bupati Merangin.

“Sekarang tinggal tindak lanjut dari Bupati. Dibayar hutang tersebut atau tidak. Kembali kepada bupati,” tambahnya.

Ia akui, jumlah hutang servis mobil damkar Rp 70 juta. Saat ini pihak bengkel minta dibayar Rp 40 juta terlebih dahulu. Sisanya bisa dibayar belakangan.

“Saat ini kita masih ada tiga mobil yang siap operasi. Tidak terganggu soal operasional,” tutupnya.(Marsis Imron)

Baca jugaMobil Damkar Disita Paksa Pihak Bengkel

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY