KabarJambi.net –  Abdul kholid (26), satu dari lima kawanan pelaku perampokan nasabah Bank Mandiri yang beraksi 28 Juni 2016 lalu akhirnya diringkus tim buru sergap Polsekta Pasar Jambi. Pelaku terpaksa dihadiahi polisi dengan timah panas karena berupaya melakukan perlawanan saat di tangkap.

Kapolsek Pasar Jambi Ghulam Nabhi mengungkapkan, tersangka berhasil meraup uang tunai Rp 30 juta lebih milik korban bernama Sumaidi, warga Jalan Depati Parbo Kelurahan Pematang Sulur, Kecamatan Telanaipura, Jambi.

Dalam beraksi kata Ghulam, komplotan pelaku tersebut berjumlah lima orang, mereka memiliki peranan penting masing- masingnya, dimulai dari pengawasan di dalam bank bertugas mengincar calon korban, membututi korban hingga tukang eksekusi.

“Tersangka yang kita amankan baru satu orang empat kawanan pelaku masih kita cari (DPO). Pelaku berhasil menggasak uang tunai korban sebanyak Rp 30 juta lebih usai mengambil uang di Bank Mandiri,” terang Ghulam Nabi kepada wartawan, Rabu (04/01/2017).

Ghulam menambahkann, aksi pencurian dilakukan tersangka saat korban hendak ke salon memotorng rambut. Karena sudah mengincar korbannya saat korban terlengah kemudian uang yang berada di dalam tas di dekat korban langsung diembat pelaku.

“Kejadiannya bulan Juni tahun lalu. Uang korban diambil saat memangkas rambut di samping pos retribusi Terminal Rawasari,” ungkapnya.

Kepada petugas, Kholid mengaku membutuhkan waktu 2 jam untuk menjalankan aksinya.

Warga Kelurahan Penyengat Olak, Kecamatan Jambi Luar Kota, Muaro Jambi ini juga mengaku mendapat bagian hasil perampokan sebesar Rp 7 juta. Namun uang haram tersebut dihabiskan untguk berfoya-foya bersama teman-temanya.

“Saya dapat bagian tujuh juta. Uangnya untuk foya-foya pak,” aku resedivis kambuhan kasus penganiayaan ini.

Selain berhasil mengamankan tersangka, polisi juga turut menyita dua unit Hanphone barang bukti milik tersangka, sementara ke empat rekannya sudah ditetapkan DPO. Atas perbuatanya ini tersangka di jerat dalam tindak pidana pencurian dengan pemberatan sesuai dalam rumusan pasal 363 ayat (1) ke-4 KUHpidana dengan ancaman pidana kurungan penjara paling lama 7 tahun. (fa)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY