Bupat Bungo Mashuri berbincang dengan Yulqari

Kabarjambi.net – Pemerintah Kabupaten Bungo bekerjasama dengan Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) WARSI sedang menggagas konsep Kabupaten Hijau. Konsep ini tidak hanya fokus di pusat perkotaan saja. Namun akan diperluas hingga ke tingkat kecamatan dan ke tingkat Desa (dusun).

Terkait hal itu, Pemkab Bungo dan KKI WARSI menggelar Konsultasi Publik Sistem Informasi Desa ‘Dusun Online’ sebagai Sarana Pendukung Kabupaten Hijau, di Amaris Hotel, Muara Bungo, kemarin (28/2).

Konsep ini selaras dengan amanat UU nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa yang telah memperluas kewenangan Dusun sebagai wilayah administrasi pemerintahan terendah. Dusun diberi kewenangan menyusun rencana, melaksanakan dan memantau pelaksanaan. Sehingga dusun harus memiliki sistem database/informasi yang kuat sesuai dengan potensi dan permasalahan yang ada di masing-masing dusun.

Undang-undang ini juga bertujuan membentuk pemerintahan desa yang profesional, efisien dan efektif, terbuka serta bertanggungjawab. Hal itu diwujudkan dengan meningkatkan pelayanan publik bagi warga masyarakat desa guna mempercepat perwujudan dan kesejahteraan umum.

Meningkatkan ketahanan sosial budaya masyarakat desa guna mewujudkan masyarakat desa yang mampu memelihara kesatuan sosial sebagai bagian dari ketahanan nasional. Memajukan perekonomian masyarakat desa serta mengatasi kesenjangan pembangunan nasional, dan memperkuat masyarakat desa sebagai subjek pembangunan.

Deputi Direktur KKI WARSI Yulqari mengatakan, agar semua itu bisa diakomodir, maka perlu dilakukan kegiatan pemetaan potensi ruang mikro desa secara lengkap (spasial dan sosial), detail dan mudah diakses oleh masyarakat desa khususnya dan Pemerintahan Daerah (Bappeda) umumnya.

“Harapannya, dengan melalui kegiatan ini keterlibatan masyarakat dalam menyusun perencanaan pembangunan desa benar-benar dapat diwujudkan. Dengan demikian, desa-desa dapat menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menegah dan Panjang berdasarkan potensi ruang yang ada dengan mudah dan dapat dipertanggungjawabkan. Karena usulan rencana pembangunan di tingkat desa dilaksanakan berdasarkan potensi ruang yang ada,” ujar Yulqari, Jumat (3/3).

Ia mengatakan, jika ini bisa dilakukan akan terjadi sinkronisasi perencanaan pembangunan dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten, provinsi dan nasional.

Untuk mendukung kegiatan tersebut, sejak tahun 2014 KKI WARSI berkerjasama dengan Bappeda Kabupaten Bungo telah membangun sistem database/informasi dusun yang mampu diaplikasikan oleh operator di tingkat dusun. Hal ini juga didukung oleh program Pemerintah Kabupaten Bungo untuk membangun ‘Dusun Online’ sebagai salah satu target jangka menengah yang tertuang dalam RPJMD Kabupaten Bungo 2016-2021.

“Diharapkan dengan terbangunnya Dusun Online maka perencanaan di tingkat dusun dan kabupaten dapat bersinergi dan terintegrasi satu sama lainnya,” tambahnya lagi.

WARSI bersama Bappeda Bungo dan masyarakat setempat telah melakukan kegiatan pemetaan potensi ruang mikro desa-desa PHBM yang ada di Kecamatan Bathin III Ulu. Kegiatan ini bertujuan melakukan pemberdayaan masyarakat desa dalam melakukan pemetaan potensi ruang mikro desa secara spasial dan sosial. Dengan demikian, akan terbangun peran aktif masyarakat desa dalam penyusunan database tataruang mikro dan penyusunan RPJMDus.

“Yang ditawarkan adalah adanya pemetaan potensi ruang mikro secara spasial dan sosial berbasis GIS. Yang dimaksud spasial terdiri dari bentang alam, tutupan, administrasi, SDA dan lain sebagainya. Sementara yang sosial terdiri dari ekonomi, pendidikan kesehatan, dan lainnya atau ruang da isi ruangnya,” ungkapnya.(***)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY