KabarJambi.net – Kepala Balai Pengawas Obat dan Makanan (Balai POM) Jambi , Ujang Supriyatna mengaku telah berkoordinasi dengan pihak Polda terkait penyitaan ribuan kosmetik tidak layak edar di salah satu salon di kota Jambi.

Menurut Ujang, beberapa produk kosmetik tersebut diantaranya telah direlease BPOM dalam public warning di situsnya, karena tidak memiliki izin edar, serta tidak memenuhi ketentuan mutu kualitas.

“Tentu kami berkoordinasi dengan Polda terkait temuan kosmetik ini, ada beberapa item yang di public warning kan BPOM atau sudah direlease bahwa produk itu tidak memenuhi ketentuan, diantaranya tidak memiliki izin edar, tidak memenuhi syarat ketentuan mutu kualitas,” terang Ujang, Rabu (12/10/2016).

Terkait adanya temuan produk kosmetik yang berasal dari Malaysia, pihaknya juga membenarkan, selayaknya produk import  menggunakan notifikasi atau kode produksi oleh importirnya sebagai kepastian keamanan produk.

“Kita tunggu penyidik dari Polda untuk bisa menindak lanjutinya,” kata Ujang.

Sementara itu, Pihaknya menghimbau kepada masyarakat yang ingin mengetahui produk-produk yang terdaftar dapat mengunjungi situs BPOM di www.pom.go.id..

Untuk diketahui, ribuan kosmetik terdiri dari 19 merek yang berhasil disita pihak Polda Jambi awal pekan lalu , diperoleh dari kediaman (ES), warga Pekan Baru yang diketahui membuka salon di jalan Pattimura Perum Kembar Lestari– Kecamatan Alam Barajo Kota Jambi.

Direktur Resnarkoba Polda Jambi Kombes Pol Ade Sapari  mengatakan ke – 19 jenis kosmetika pemutih kulit berbentuk sabun dan cream itu disita karena diduga mengandung mercury , tidak memiliki izin edar dari BPOM maupun memiliki batas kadaluarsa yang lazim dicantumkan pada produk kecantikan resmi.

“Menurut pengakuan ES, produk-produk itu beberapa diantaranya diproduksi di Malaysia dan telah diedarkan ke sejumlah salon kecantikan di Kota Jambi selama 6 bulan terakhir,” ungkap Ade Sapari. (Afm)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY