Sahabat itu..

“Masya ALLOH. Mas Parno. Jenggotnya mantap Mas,”
Langsung berangkulan dan saling tertawa lepas.
Itulah pertemuan yang sangat berkesan dengan sahabat saya, senior saya, Mas Parno, satu minggu lalu ketika berkunjung ke Desa Pulau Aro Kecamatan Tabir Ulu.


Kami (saya dan Mas Parno) sangat dekat. Pernah sama-sama jadi Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di daerah trans-trans belasan atau 20an tahun lalu.
Persahabatan tanpa embel-embel. Persudaraan tanpa merk. Yang kami tahu, kami berteman amat baik. Bersahabat sangat karib. Bersaudara amat saling merindukan.


Mungkin Mas Parno tak pakai akun medsos fb. Tapi saya hanya ingin mengatakan bangga bahwa bersahabat itu sederhana, tanpa merk, kecuali merk SALING MERINDUKAN.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here