KabarJambi.net – Partai Republik beserta gaya pemerintahan dan kebijakannya merupakan alasan utama bagi sejumlah warga Amerika Serikat untuk memilih Donald Trump dalam pemilihan umum presiden AS 2016, kata David Boaz, seorang pengamat politik dari Cato Institute — sebuah organisasi think tank peneliti kebijakan publik AS.

“Tingkat ketidaksukaan kepada Trump sangat tinggi. Namun, orang yang tidak menyukai dia masih tetap memilih dia. Mengapa mereka melakukan itu? Jadi, seseorang mungkin tidak menyukai Trump, tetapi tetap memilih dia karena lebih menyukai pemerintahan di bawah Partai Republik daripada Demokrat,” kata David Boaz saat ditemui di Washington DC, Sabtu (5/11).

Menurut Boaz, para pendukung Trump dan atau Partai Republik tidak memilih Hillary Clinton — capres AS dari Partai Demokrat — karena tidak menyukai gaya pemerintahan Demokrat yang dinilai terlalu liberal dan terlalu banyak peraturan.

“Beberapa orang mengatakan tidak menyukai Trump, tetapi Hillary akan menunjuk 4.000 birokrat liberal berpengeluaran besar pengatur pajak. Sementara Trump akan menunjuk 4.000 birokrat Republik yang mungkin tidak hebat, tetapi tidak akan berpengeluaran dan memberi beban pajak lebih besar, dan tidak terlalu mengatur seperti Hillary,” ujar dia.

“Jadi, pilihannya bila anda berpikir pemerintahan Demokrat Obama dan Clinton yang lebih mengatur dan lebih mengenakan pajak sebagai sesuatu yang buruk untuk Amerika maka anda akan memilih Trump,” kata dia.

Boaz menambahkan alasan lain para pemilih di AS mendukung Trump dan Partai Repubik adalah terkait dengan kebijakan terhadap isu imigran.

“Ada juga warga Amerika yang berpikir bahwa kami memiliki terlalu banyak penduduk imigran dan harus dikurangi atau dibatasi, dan mereka senang dengan ide Trump — yang ingin membatasi masuknya imigran — maka mereka akan cenderung memilih dia,” kata dia.

Selain itu, dia menyebutkan kecenderungan para pemilih AS untuk mendukung Trump dan Partai Republik juga terkait dengan masalah perdagangan bebas, yang sangat didukung oleh pemerintah Partai Demokrat, salah satunya Kemitraan Trans-Pasifik (Trans-Pacific Partnership/TPP).

“Ada beberapa orang yang berpikir perdagangan bebas, seperti TPP, adalah hal buruk untuk AS karena dinilai menghancurkan industri dan lapangan kerja dalam negeri. Saya pikir mereka salah dengan pandangan ekonomi itu. Namun, sejumlah orang tetap mendukung Trump karena dia mau menghentikan perdagangan bebas dan imigrasi,” ucap Boaz.

“Beberapa orang meyakini bahwa dengan pemerintahan yang lebih ramping dan pajak yang lebih rendah, hal itu akan lebih baik bagi siapa pun di Amerika Serikat. Mereka dengan pemikiran seperti ini lah yang akan mendukung Trump dan Partai Republik,” kata dia.

Selama masa kampanye dan dalam acara debat, capres Partai Republik Donald Trump dan capres Partai Demokrat Hillary Clinton memang menunjukkan perbedaan sudut pandang dan arah kebijakan dalam menangani beberapa isu, terutama isu yang terkait dengan keterlibatan AS dalam perdagangan bebas serta masalah imigrasi dan pengamanan wilayah perbatasan AS. (***)

Sumber : Antara

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY