Kabarjambi.net – Pembatalan nama Mahpud sebagai anggota Bawaslu Kabupaten Batanghari diduga sarat kepentingan. Hal ini jadi sorotan mahasiswa di Batanghari.

Pesiden BEM STAI Muaro Bulian, Awaludin, mengatakan pihaknya terus mengamati perkembangan persoalan ini. “Kami pantau terus. Tindakan Bawaslu ini harus dikawal, banyak hal dalam persoalan ini yang patut dipertanyakan,” ujar Awaludin, Sabtu (19/8).

Ia katakan, Mahpud lolos dalam daftar enam besar calon anggota Panwaslu Kabupaten Batanghari. Lalu lulus pula dalam tiga orang terpilih anggota Panwaslu Kabupaten Batanghari.

“Di tingkat panitia seleksi dan di Bawaslu sendiri pasti ada penyaringan yang ketat. Kan sudah lulus di Bawaslu, lalu kenapa belakangan dianulir. Bawaslu meluluskan, Bawaslu pula yang menganulir,” ujar Awaludin lagi.

Dikatakan Awaludin, ia mendengar kabar jika belakangan ada yang melaporkan bahwa Mahpud terlibat partai politik. Yakni di Partai Demokrat. Namun hal itu sudah dibantah oleh pihak partai sendiri.

“Saya dengar mantan Sekretaris DPC Partai Demokrat Batanghari, Pak Imbroni, membantah keterlibatan Mahpud di partainya. Namun Bawaslu tetap ngotot melakukan pleno pembatalan salah satu anggota terpilih. Kami menolak penzhaliman maka kami akan bawa ini ke DKPP,” tambahnya.

Ia juga mengatakan masih menyelidiki hubungan antara pelapor dengan calon pengganti Mahpud di Panwaslu Batanghari. Menurutnya tak tertutup kemungkin adanya hubungan tertentu antara pelapor dan calon pengganti Mahpud.(Syamsul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here