KabarJambi.net – Merayo Sangul (9 bulan), bayi orang rimba dari kelompok yang bermukim di wilayah Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD), Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi menjalani perawatan secara intensif di RSUD Raden Matahher, Jambi, Jumat (14/10/2016).

Bayi Orang Rimba tersebut didiagnosa awal karena indikasi ‘stevens johnson syndrome’ dimana sebagian kulitnya seperti luka bakar, kata Fasilitator Kesehatan KKI Warsi Rusli, di Jambi.

Rusli yang mendampingi Orang Rimba tersebut mengatakan untuk mengetahui penyakit yang diderita bayi itu masih akan dilakukan observasi lebih lanjut dari dokter.

Dalam membawa bayi Orang Rimba yang sakit tersebut, kata Rusli butuh perjalanan yang cukup lama untuk keluar dari kawasan tempat mereka bermukim. Karena mendapat penghadangan oleh puluhan pekerja HTI pada PT Wana Perintis dengan menggunakan alat berat yang sedang berkonflik lahan dengan Orang Rimba di kawasan itu.

“Seharusnya dari kemarin sudah dibawa ke layanan kesehatan, dan setelah ada negosiasi dengan pihak pekerja itu akhirnya kami membawanya dan tiba di RSUD pada Jumat dinihari pagi,” katanya menjelaskan.

Saat dirawat di ruangan anak II RSUD tersebut, bayi Orang Rimba dari kelompok temenggung (pimpinan orang rimba) Terap itu terus menangis dengan kondisi kulitnya mengelupas seperti terkena luka bakar.

Sementara orang tua bayi, Besilo mengatakan anaknya mengalami kondisi seperti ini diketahui sejak usia anaknya masuk satu bulan setelah lahir.

“Pas usianya satu bulan tiba-tiba sakit, sudah delapan bulan badannya gatal-gatal. Dan belum bisa makan, menagis terus,” kata Besilo.(***)

Sumber : Antara

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY