Pelaku SM saat diamankan di kantor Polres Merangin

Kabarjambi.net – Kisah Romeo-Juliet menginspirasi dunia. Kekuatan cinta membuat seseorang berani melakukan hal yang beresiko besar sekali pun.

Seperti dilakukan SM, seorang pria 18 tahun asal Kecamatan Tabir Barat. Kamis (10/8) ia ditangkap polisi. Dikarenakan dilaporkan membawa kabur gadis yang ia cintai.

Tak jauh-jauh. SM membawa kekasihnya yang baru berusia 17 tahun ke Sarolangun. Hingga SM yang merupakan anak salah seorang kepala desa di Tabir Barat ditangkap di Taman Bujang Upik di depan kantor Bupati Merangin.

Informasi yang dihimpun kabarjambi.net, keduanya sudah menjalin kasih sejak Desember 2016 lalu. Karena saling cinta, mereka pergi ke Sarolangun dan menikah secara siri di Sarolangun.

Paska menikah, mereka pun kembali ke Merangin. SM dan sang istri kemudian pergi ke Desa Nalo, Kecamatan Nalo Tantan, Merangin.

Dari Nalo, SM dan istrinya pulang ke rumah orang tua SM. Orang tua pihak perempuan yang merasa tal senang anak gadisnya dilarikan, melapor ke polisi.

Polisi sempat mendatangi SM hingga ke rumah orang tuanya. Namun SM tidak ditemukan. Hingga polisipun memacing SM datang dengan menggunakan istrinya.

“Kami sudah lama pacaran, dia saya bawa kabur. Kami melakukan hubungan badan setelah nikah di Sarolangun,” ujar SM di kantor Polres Merangin, Jumat (11/8).

Kapolres Merangin, AKBP Aman Guntoro melalui Kasat Reskrim Polres Merangin, AKP Al Hajad membenarkan bahwa SM ditangkap atas sangkaan pencabulan. “Pelaku kami tangkap di taman, saat menunggu korban. Pelaku dilaporkan orang tua korban telah membawa kabur dan mencabuli anaknya,” ujar Al Hajad.

Ia menjelaskan bahwa SM sudah ditetapkan sebagai tersangka. Hal itu didasari oleh keterangan korban dan bukti visum, diperkuat dengan pengakuan pelaku.

“Pelaku sudah mengakui perbuatannya. Namun dia hanya mengaku baru satu kali berhubungan badan dengan korban. Itu tidak akan mempengaruhi proses hukumnya,” tutupnya.(Marsis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here