Kabarjambi.net – SK dari Gubernur Jambi telah diberikan sejak 24 Nopember 2016 lalu. Namun pelantikan Abdul Basid sebagai anggota DPRD Sarolangun dari Partai Gerindra menggantikan M Duya, tak kunjung dilakukan.

Pelantikkan Basid melalui pengganti antar waktu (PAW) ini, diduga sengaja diperhambat oleh pihak tertentu. Karena sebenarnya pada Januari 2017 lalu, Basid sudah datang ke kantor DPRD untuk dilantik. Namun pelantikkan tersebut batal dilakukan.

Sebabnya, anggota Bamus yang hadir saat itu, hanya ada enam orang. Sejak saat itu belum ada kejelasan kapan Basid akan dilantik.

“Ya jelas saya sangat menyesalkan hal itu dan saya dirugikan. Apa lagi SK pelantikkannya dari gubernur sudah lama diserahkan,” kata Basid, Minggu (12/3).

Terpisah, pakar hukum Dasril yang dikonfirmasi terkait hal ini menuturkan, bahwa dalam Banmus DPRD tidak boleh adanya unsur politik. Sebab tugas Banmus merumuskan agenda yang akan dilaksanakan oleh DPRD.

“Bamus itukan bukannya ranah berpolitik. Seharusnya Abdul Basid hanya tinggal datang saja untuk dilantik,” ujar Dasril via telepon.

Katanya, jika tak kunjung dilantik, ia mengatakan Basid bisa melaporkan hal itu ke Ombudsman Jambi atau Gubernur Jambi. “Itu kan SK-nya dari Pak Gubernur-kan. Kalau tidak diindahkan, sama saja tidak menghargai gubernur jambi,” pungkasnya.

Pihak DPRD Sarolangun belum bisa dikonfirmasi terkait hal ini. Ketua DPRD Sarolangun, M Syaihu yang dihubungi melalui sambungan telepon, meski bernada aktif tapi tak menyahut panggilan wartawan.(harun)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY