Bangunan mess PT Mega Sawindo Perkasa yang dibakar massa

Kabarjambi.net – Unjuk rasa di PT Mega Sawindo Perkasa, Pelepat, berjalan panas, Rabu (19/7) pagi. Bahkan ada bangunan milik perusahaan kelapa sawit ini yang dibakar oleh ribuan pengunjuk rasa.

Beruntung lewat tengah hari situasi dapat diredam. Polisi, TNI, dan Pemkab Bungo berhasil membawa perwakilan warga dan utusan perusahaan untuk duduk bersama mencari jalan keluar terbaik.

Empat butir poin kesepakatan dapat ditelorkan. Pertama adalah bila ada penerimaan karyawan atau pekerja, maka warga sekitar harus diprioritaskan.

Kedua mengenai dana tanggung jawab sosial atau corporate social responsibility (CSR). Untuk 2018 CSR akan didistribusikan secara merata dan dibayar saban tahun ke setiap dusun. Yakni untuk Dusun Koto Jayo, Danau, Padang Pelangeh, Muara Kuamang, Lubuk, dan Dusun Sungai Gurun.

“Ada lima poin kesepaktan tadi. Kami cukup puas dengan kesepakatan ini. Kami akan mengawal untuk memastikan kesepakatan ini dilaksanakan secara efektif.

Selain poin di atas, masih ada beberapa butir poin kesepakatan lainnya. Rapat sendiri digelar di Hotel Amaris hingga pukul 16.30 WIB.

Pantauan kabarjambi.net, Kapolres Bungo AKBP Budiman Bostang Panjaitan, Dandim Letkol Edi Budiman, dan Wakil Bupati Safrudin Dwi Apriyanto duduk memimpin rapat. “Saya minta semua menahan diri. Kita bicarakan dan selesaikan dengan kepala dingin,” ujar Syafruddin.

Kapolres Bungo AKBP Budiman mengatakan 380 orang personil gabungan polri, brimob, dan TNI dikerahkan melakukan pengamanan. Adanya pembakaran mess karyawan. Tapi tidak ada korban jiwa,” tutupnya.(Ferdi)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY