KabarJambi.net – Seorang seniman Inggris menggugat calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump, karena dalam kampanyenya secara tidak sah Trump memakai karya fotonya berupa satu mangkuk berisi permen Skittles yang warna-warni untuk menggambarkan posisinya menentang masuknya pengungsi Suriah ke AS.

David Kittos, yang masuk ke Inggris ketika masih kanak-kanak sebagai pengungsi dari Siprus dan kini menjadi warga negara Inggris, mengatakan bahwa ia menentang pemakaian gambar itu untuk pesan kampanye melalui Twitter oleh putra Trump, Donald Trump Jr. yang menyamakan pengungsi Suriah dengan permen beracun.

“Bila Anda memiliki semangkuk permen dan mengatakan bahwa hanya ada tiga obat yang dapat membunuhmu diantaranya, apakah kamu akan menerimanya,” demikian isi pesan tersebut.

“Itu adalah masalahnya dengan pengungsi Suriah.” Donald Trump Jr menambahkan “Pesan ini mengatakan segalanya.” Dalam gugatan hukum yang diajukan ke Pengadilan Chicago pada Selasa, Kittos menyebut kedua Trump,kampanyenya dan calon wakil presiden dari Republik Mike Pence sebagai pihak tergugat.

Trump akan menghadapi calon dari Demokrat, Hilarry Clinton dalam pemilihan presiden AS pada 8 November mendatang.

Tim kampanye Trump tidak segera menanggapi permohonan komentar atas gugatan tersebut.

Penerimaan AS terhadap pengungsi Suriah sudah lama menjadi isu politik yang peka, meskipun negara tersebut hanya menerima pengungsi dalam jumlah yang jauh lebih kecil dibandingkan sekutunya.

Trump mengatakan bahwa penjahat militan bisa memasuki negeri tersebut dengan menjadi pengungsi.

Pada 2015 Presiden Barack Obama dari Demokrat mengumumkan rencana untuk menerima 10.000 pengungsi Suriah untuk tahun ini, sehingga memicu banyak kecaman, terutama dari para Republikan yang mengatakan bahwa rencana tersebut dapat membuat AS menanggung resiko.

Pemerintahnya mengatakan akan memenuhi tujuan tersebut pada Agustus.

Cuitan Donald Trumps Jr diunggah pada September, menanggapi William Wringley Jr. Co dari perusahaan Mars.Inc produsen Skittles, yang menyatakakan bahwa perusahaannya merasa bahwa analogi tersebut tidak patut.

“Skittles adalah permen,” kata juru bicaranya, Michelle Green dan menambahkan bahwa “pengungsi adalah manusia.

Dalam tuntutannya Kittos meminta ganti rugi atas pemakaian gambar itu dan meminta agar untuk selanjutnya tidak dgunakan lagi.(***)

Sumber : Antara

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY