KabarJambi.net – Penyidik Polda Jambi, mengembangkan kasus penjualan emas hasil penambangan emas tanpa izin (Peti) dan memburu pemilik emas ilegal seberat sembilan kilogram yang ditangkap polisi saat bertransaksi di toko emas di Kota Jambi.

“Tiga tersangka sebelumnya masih menjalani pemeriksaan intensif untuk memburu bos besar atau pemilik emas ilegal hasil Peti itu,” kata Kasubbid Penmas Humas Polda Jambi, Kompol Wirmanto, di Jambi, Minggu (30/10/2016).

Penyidik Polda Jambi masih menggali siapa pelaku utama atau orang dibalik ini semua dengan memeriksa saksi-saksi yang dianggap mengetahui kasus itu.

Informasi yang beredar bahwa bos Peti yang merupakan otak pelaku ini semua merupakan salah satu pengusaha di Kota Bangko, Kabupaten Merangin.

Kini keberadaanyalah yang sedang dilacak oleh kepolisian untuk bisa diperiksa dan jika terbukti harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, kata Wirmanto.

Dari pengungkapan kasus ini, Polda Jambi mengamankan 9 kilogram emas yang terbagi dalam 8 emas cetakan bulat ukuran besar, satu cetakan ukuran sedang dan tiga ukuran kecil yang jika konversi dengan harga emas saat ini bisa mencapai Rp5,4 miliar.

Polisi juga telah mengamankan tiga pria. Mereka adalah Edi, Yohanes, dan Heri. Edi merupakan pemilik Toko Mas Matahari, di Jalan Dr Wahidin No 27, Kecamatan Pasar Jambi. Kemudian Yohanes adalah karyawan Edi, sementara Heri merupakan orang yang mengantar emas tersebut.

Sebelumnya polisi sudah lama mengamati transaksi di Toko emas Matahari itu dan pada hari penangkapan, polisi yang mendapat informasi bahwa akan transaksi emas ilegal melakukan penggerebekan dan sudah mengikuti tersangka Heri yang membawa emas hasil Peti itu.

Saat penggerebekan toko mas tersebut ketiganya berada dalam toko sedang melakukan transaksi dan kini ketiganya telah ditahan di Mapolda Jambi.

Atas perbuatannya, tersangka Heri telah melakukan perbuatan mengangkut, menampung dan memperjualbelikan emas yang berasal dari bukan pemilik Izin Pertambangan Operasi Produksi dari pejabat yang berwenang, sementara tersangka Edi dan Yohanes sebagai pembeli dan mereka bertiga dikenakan pasal 161 UU RI No 4 Tahun 2009 tentang Mineral Batubara, dengan ancaman paling lama 10 tahun dan denda maksimal Rp10 miliar.(***)

Sumber : Antara

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY