Suasana diskusi mengenai lacak di sekretariat GP Ansor Bungo.

Kabarjambi.net – Fenomena lacak atau tanjak tengah booming. Namun tak banyak yang benar-benah paham mengenai sejarah dan detil-detil lainnya mengenai ikat kepala khas Jambi ini.

Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor mengambil momen ini. Kamis (30/3) malam GP Ansor Bungo menggelar diskusi mengenai lacak ini.

Diskusi yang dipandu Ketua PC GP Ansor Bungo, Asry Darqutni, berlangsung cukup menarik. Karena beberapa pihak yang berkompeten dihadirkan dalam diskusi ini.

Diantara pembicara yang hadir adalah Dinas Pariwisata Bungo. Juga pihak lembaga adat, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIMPI). Juga hadir tiga produsen lacak, Vinto, Akhmad Ramadhan, dan Defri.

“Kami melihat lacak ini fenomenal. Dimana-mana banyak yang pakai. Tapi kan tidak banyak yang paham filosofisnya. Makanya malam ini kita hadirkan pihak-pihak yang punya kompetensi mengenai lacak,” ujar Asry.

Vinto sendiri mengatakan sejak awal termotivasi memproduksi lacak. Namun ia menciptakan dengan kreasi sendiri sehingga muncul kreasi khas Bungo.

“Kita tidak mau kehilangan identitas dalam hal lacak ini. Makanya harus kita dorong terus kreasi Bungo sendiri,” ujar Vinto.

Pun demikian dengan Akhmad Ramadhan. Ia mengatakan meski belum memproduksi dalam skala besar. Namun hasil karyanya sudah merambah hingga luar Bungo.

“Merangin dan Tebo banyak yang pesan. Apalagi di Bungo. Saya melihat ini peluang sekali jalan dua capaian. Peluang bisnis dan juga peluang membangkitkan nilai-nilai adat,” ujar Akhmad.(Ferdi)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY