Kabarjambi.net – Tim Saber Pungli melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) kepada petugas KUA Kecamatan Rimbo Ilir, beberapa hari lalu. Kepala Kantor Kemenag Tebo, H Zostafia mengungkapkan rasa kecewanya.

Ia mengaku sangat kecewa dengan perbuatan oknum tersebut. Menurutnya, hal itu sangat merusak nama institusi. Bahkan ia menyebut pungli atau pungutan liar itu sebagai perbuatan memalukan.

“Saya sangat kecewa dengan oknum yang melakukan pungli terhadap masyarakat. Padahal ini terus kami ingatkan. Ini perbuatan memalukan,” ujar Zostafia, Kamis (24/8).

Ia mengatakan sudah mengingatkan hal ini sejak jauh-jauh hari. Bahkan jauh sebelum adanya Tim Saber Pungli yang merupakan tim lintas instansi. Yakni ketika baru saja mulai menjabat Kepala Kantor Kemenag Tebo.

Ia katakan, bahkan aturan sudah sangat jelas. Nikah di kantor KUA tidak dikenakan biaya sama sekali atau gratis. Sementara biaya nikah di luar kantor Rp 600 ribu. Hampir setiap kali ada kesempatan ia terus mengingatkan.

“Saya sering kasih tahu ke mereka. Ingat ente-ente. Biaya nikah di luar Rp 600 ribu. Nikah di kantor gratis. Saya sudah tekankan lagi, bahwa ini kejadian terakhir. Jangan pernah ada lagi pungli,” tambahnya lagi.

Mengenai operasi Tim Saber Pungli, ia mengatakan sangat mendukung. Bahkan ia berterima kasih karena tim ini telah mengungkap kasus punglin di jajaran instansi yang ia pimpin.

“Saya apresiasi dan terima kasih sama Tim Saber Pungli Tebo. Ini bahan evaluasi menyeluruh bagi semuanya. Kadang memang perlu ada situasi ekstem untuk melakukan perbaikan total,” tambahnya lagi.

Mengenai sanksi, ia katakana menunggu proses selanjutnya. Baik itu berupa sanksi andministrasi, maupun sanksi pidana. “Pasti ada sanksi jika bersala. Ini bukan soal besar kecilnya uang yang dipungli. Tapi dampaknya massif, sangat buruk dampaknya,” tambah mantan Kakan Kemenag Merangin ini.(mm)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here