KabarJambi.net – Nasib guru honorer di Provinsi Jambi sangat memprihatinkan. Terutama Guru Honorer Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Tahun 2017, mereka akan digaji sesuai jumlah jam mengajar mereka.

“Sesuai Anggaran Pendapatan, dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2017 menganggarkan dana sebesar Rp 32 Miliar. Kita hanya bisa berikan gaji honorer Rp 10 ribu sampai Rp 17 ribu per jam,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jambi Rahmad Derita kemarin, usai Rapat Paripurna Pengesahan Anggaran Tahun 2017, Rabu (30/11/2016).

Seperti yang diketahui, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi pada APBD tahun anggaran 2017 sudah menganggarkan Rp 32 Miliar untuk pembayaran gaji guru honorer SMA dan SMK yang menjadi tanggung jawab Pemprov.

Anggaran tersebut hanya 30 persen dari Rp 95 miliar kebutuhan pemerintah untuk mengaji guru honorer per bulan.

Menurut data dari Dinas Pendidikan Provinsi Jambi sebanyak 5.038 guru honorer SMA/SMK yang ada Provinsi Jambi. “Dari jumlah tersebut, Guru honorer tidak akan dikurangi,” kata Rahmad Derita.

“Tidak ada seleksi. Kita hanya ingin melihat mana guru yang berada di sekolah, dan apa yang mereka dapat sesuai dengan yang mereka kerjakan disekolah,” tambahnya.

Rahmad Derita juga mengatakan, sistem penggajian para guru honorer itu akan dirubah. “Nanti gaji guru honorer akan diperhitungkan per jam kerjanya,” katanya.

Saat ini, pihaknya tengah melakukan perhitungan untuk pembayaran gaji honorer. “Diperkirakan besaran gaji guru honorer SMA dan SMK berkisar antara Rp 10 ribu sampai Rp 17 ribu per jam pelajaran,” tegasnya lagi. (Afm)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY