KabarJambi.net – Penyidik Polda terus melakukan pemeriksaan terhadap pimpinan Padepokan Kanjeng Dimas, Taat Pribadi. Sedikit demi sedikit modus penipuan yang dilakukan oleh Taat Pribadi

Untuk melakukan aksi penipuannya, Taat Pribadi menggunakan tiga jenis benda. Benda-benda itu diketahui digunakan Taat Pribadi setelah dilaporkan oleh para korbannya.

“Benda itu kami dapat dari pelapor yang melapor ke kami,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Timur, Komisaris Besar Argo Yuwono, Jumat (30/9/2016).

Tiga barang itu adalah pulpen laduni, dapur ATM, dan kantong berisi perhiasan berupa gelang dan kalung.

Salah seorang korban dari Jember, menyebutkan Dimas Kanjeng mengatakan pulpen yang ujungnya mirip pisau itu bila dipergunakan bisa menguasai tujuh bahasa.

Dapur ATM berfungsi seperti lazimnya mesin ATM. Yang membedakan, kartu ATM versi Dimas Kanjeng berupa kertas bertuliskan bahasa Arab. Kertas itu apabila di dalamnya diisi uang dan dimasukkan ke dalam dapur ATM milik Dimas Kanjeng yang berbentuk kotak akan berubah menjadi uang dengan pecahan serta nominal yang lebih besar dan banyak.

“Kalau uang itu dimasukkan ke kotak yang dikasih Dimas Kanjeng, tiap hari bisa diambil Rp 5 juta dan uang itu tidak akan habis,” ujar Argo.

Demikian pula dengan kantong perhiasan yang berisi emas dan gelang. Bila tiap hari diambil satu, perhiasan tidak akan habis. Argo menegaskan hal itu semua sesuai kesaksian pelapor. (mg)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY