Kabarjambi.net – Kebijakan menerapkan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tak sepadan dengan fasilitas yang ada. Apa yang terjadi di Kerinci adalah contoh nyata.

Dari 13 SMA, hanya SMAN 2 Kerinci yang siap melaksanakam UNBK. Sementara 12 lainnya tidak siap. Sehingga untuk UN April nanti masih melaksanakan UN berbasis kertas.

“Jadi sekolah lainnya sebanyak 12 sekolah sama dengan tahun lalu. UN menggunakan LJK (lembar jawaban komputer),” ujar Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kerinci, Hatizar Thalib.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci, Amri Swarta mengatakan untuk UN SMP juga sama. Dari 53 SMP, hanya tiga SMP yang memiliki perangkat komputer. Itu pun hanya masing-masing 20 unit. Sedangkan untuk menggelar UN, satu sekolah minimal harus memiliki 40 perangkat komputer.

“Untuk tahun depan kita harap ada pengadaan atau bantuan komputer dari Jambi atau pusat,” ujarnya.(***)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY