KabarJambi.net – Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi sudah memetakan titik-titik lokasi rawan longsor terutama di dataran tinggi.

Kepala BPBD Provinsi Jambi Arief Munandar mengatakan, pihaknya melakukan pengamanan jalur rawan bencana pada musim penghujan kali ini.

“Ada didaerah Sungai Penuh, daerah Muara Emat, arah Merangin ke Kerinci, arah Siau Jangkat, Sarolangun juga di Batang Asai, Bungo juga ada tetapi tidak terlalu parah,” kata Arief Munandar usai Rapat Teknis Kesiapsiagaan Banjir dan Longsor di Aula Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jambi, Kamis (01/12/2016).

 “Untuk di titik rawan bencana, kita lakukan pemantauan secara intensif, bila perlu menempatkan petugas untuk mengawasi di lokasi secara kontinyu,” tambahnya.

BPBD Provinsi Jambi mencatat, berdasarkan laporan yang masuk, diketahui sebanyak 46 kecamatan dengan 117 desa mengalami bencana banjir. Akibatnya 1.106 rumah terendam banjir dan 4 orang menjadi korban akibat kelalaian sendiri.

“Jumlah tersebut merupakan hasil perhitungan dari dampak bencana banjir dan longsor pada bulan Oktober dan November uang dilakukan oleh BPBD Provinsi Jambi,” ungkapnya.

BPBD Provinsi Jambi juga sudah meminta kepada Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk menyiagakan satu alat berat di setiap titik longsor. Sementara untuk jalan berstatus nasional, Arief juga berharap dari Balai Jalan Nasional juga membantu dalam menyiagakan alat berat.

“Saya sudah sampaikan ke Pak Arfan, Kabid Bina Marga Dinas PU yang punya akses ke situ melakukan koordinasi dengan Balai Jalan Nasional, karena status jalan itu ada juga status nasional, mungkin ada koordinasi. Artinya harus ada tanggung jawab masing-masing,” tegasnya. (Afm)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY